Pages

Subscribe:

Minggu, 26 Januari 2014

Berhijab yang Syar'i yuk

KENAPA HARUS HIJAB SYAR’I ?

  1. Karena berbusana muslimah yang syar’i merupakan ibadah syar’i yang wajib, memiliki pahala yang besar. Pahala ini bermula ketika menggunakannya dan berakhir dengan melepasnya.
  2. Perlu saudari ketahui, bahwa saudari senantiasa berada dalam keadaan ibadah apabila:
  1. Saudari tetap berada di dalam rumah dan tidak keluar darinya kecuali untuk suatu kepentingan.
  2. Atau apabila saudari keluar rumah demi satu kepentingan dan saudari selalu menjauhi tempat-tempat berkumpul kaum pria.
  3. Atau apabila saudari melewati kaum pria namun saudari tetap dalam keadaan berhijab, karena saat itu saudari telah mematuhi perintah Allah  . Dia berfirman: “Dan hendaklah kalian diam di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj seperti orang-orang jahiliyyah yang pertama.” (QS. Al-Ahzab 33).
  1. Karena menggunakan hijab syar’I merupakan salah satu jihad fi sabilillah, khususnya pada zaman ini di mana musuh-musuh Islam berusaha untuk memerangi hijab muslimah ini agar mereka menguasai umat ini.
  2. Menggunakan hijab syar’i dapat menjaga seorang muslimah dari berbagai kejahatan: Pandangan hasad, kesurupan, kejahatan Jin dan Manusia, sehingga mereka segan keada saudari. Allah  berfirman: “Karena (dengan hijab Syar’I itu) mereka akan lebih dikenal maka mereka tidak dianiaya.”Dikenal sebagai wanita yang menjaga kehormatannya, wanita yang terhormat dan jauh dari keraguan. Sehingga orang-orang yang sakit hatinya tidak berusaha menggodanya.
  3. Karena menggunakan hijab syar’i sebagai tanda kehormatan seorang wanita, dan kekuatan agama dan akalnya serta menandakan jauhnya dari berbagai keraguan. Dan inilah sifat terpenting yang diinginkan oleh seorang pria yang mencari pendamping hidup.
  4. Pahala orang yang mengikuti jejak langkah saudari dalam berhijab dari wanita-wanita lain yang sebelumnya meremehkan urusan hijab. Rosulullah bersabda: “Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan maka baginya pahala orang yang mengamalkannya.” (HR. Muslim). “Barang siapa yang menyeru kepada petunjuk, pahalanya seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun juga.” (HR. Muslim).
  5. Mengunakan hijab adalah jalan menuju keselamatan dari berbagai kejelekan yang semestinya menimpa saudari, seperti tabarruj, gaul dan selamatnya orang lain karena saudari.
  6. Dengan menggunakan hijab berarti saudari telah berda’wah kepada Dienul Islam, karena dengan melihat hijab muslimah manusia tergugah untuk mengetahui lebih mendalam tentang Dienul Islam, Maka saudari adalah seorang juru da’wah.
  7. Menggunakan hijab muslimah adalah sebab bersihnya hati. Allah berfirman: “Hal itu lebih bersih bagi hati kalian dan hati mereka.”
  8. Dengan memakai hijab muslimah saudari akan mendapatkan sabar di atas perintah Allah  karena kesulitan-kesulitan dan kendala yang dihadapi. Allah berfirman: “Dan adapun orang yang takut ===Robbnya =====” (QS.====)
SIFAT HIJAB SYAR’I BAGI WANITA MUSLIMAH
Apakah Saudari tahu sifat hijab syar’i (pakaian muslimah yang disyari’atkan) ?
  1. Menutup seluruh tubuh.
  2. Tidak berbentuk pakaian hias atau mengandung perhiasan seperti gambar-gambar, accessories dan tulisan-tulisan
  3. Tebal tidak tembus pandang, sehingga tidak menampakkan apa yang ada di balik pakaian tersebut.
  4. Lebar dan longgar tidak ketat, sehingga tidak menampakkan bagian-bagian anggota tubuh.
  5. Tidak menyerupai pakaian pria dan pakaian wanita-wanita kafir.
  6. Tidak berparfum dan berwangi-wangian apabila hendak melalui kaum pria.

Kematian, Teguran untuk yang masih hidup

Sering kali kita mendengar pengumuman tentang kematian seseorang dari speaker masjid terdekat di tempat tinggal kita masing – masing. berbagai macam reaksi pun muncul ketika pengumuman itu terdengar oleh kedua telinga kita. Ada yang hanya sekedar ingin tau “siapa yang meninggal”, ada yang acuh tidak acuh, ada juga yang dengan seksama merenungi kejadian tersebut.
Ya, kematian adalah hal yang pasti terjadi bagi siapun, walau memang waktunya belumlah kita ketahui kapan ia akan datang. Ibarat tamu, kematian adalah tamu yang tak terduga datangnya. Dia senantiasa datang baik disaat kita sedang taat atau pun saat kita sedang bermaksiat. Saat kita sehat, atau dikala kita sedang sekarat. Kematian adalah misteri, tapi itu pasti terjadi.
Banyak yang beranggapan, bahwa kematian itu hanya dimiliki oleh orang – orang yang sudah uzur, disaat kulit sudah mengendur. Tapi perlu diingat, kematian datang bukan hanya kepada mereka yang sudah “bau tanah”, melainkan pula kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Tua atau muda, semua sama sama berpotensi mengalami kematian. Salah, bila kita menganggap bahwa mati itu lebih dekat bagi mereka yang sudah tua, padahal sebenarnya yang muda pun bisa mengalaminya.
Yang tua cenderung menghabiskan sisa usianya, lantaran sakit yang diderita. Tidak halnya dengan yang muda, kebanyakan dari mereka yang muda, menghadap Illahnya dalam posisi yang sia – sia. Lihat saja, kecelakaan jalan akibat kebut – kebutan, atau korban bacokan senjata tajam akibat tawuran. Apa mungkin mereka yang tawuran dan kebut – kebutan dijalan adalah orang tua yang usianya sudah memasuki masa senja ? kebanyakan dari mereka adalah anak muda. Belum lagi korban narkoba, juga korban gantung diri atas patah hati ditinggal kekasih. Itu semua kebanyakan dialami oleh mereka yang masih muda belia.
Cobalah ambil pelajaran atas kematian yang menimpa kerabat, tetangga, atau teman kita. Kemarin mungkin adalah hari – hari terakhir mereka hidup di dunia. Tapi boleh jadi besok kita pun bernasib sama.
Ibarat antrian panjang, kita adalah salah satu yang turut mengantri di dalamnya, tinggal menunggu saja kapan giliran kita dipanggil. Kullu nafsin dzaaikhqotil maut.. “setiap yang bernyawa akan merasakan mati”. Dia, mereka, ataupun kita, semua pasti akan merasakan mati. Tidak akan ada satu pun yang dapat melindungi diri kita dari kematian. Allah menjelaskan dalam surat al jumuah ayat 8 :
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.
Kematian itu pasti. Se kaya apapun kita, se cantik/ se ganteng apa pun rupa kita, kematian pasti akan menyapa. Kekayaan tidak akan bisa membeli kematian, wajah yang rupawan pun akan turut binasa. Semua yang ada di dunia, tak akan ada artinya lagi. Ketika kita memilih untuk berleha – leha, menghabiskan waktu untuk hura – hura, menikmati dunia yang fana. Terlintaskah dalam fikiran kita tentang kematian ?
Teman, ingatlah bahwa mati itu pasi, namun caranya adalah pilihan kita sendiri. tidak ada yang dapat menjamin diri kita untuk menghirup aroma segarnya surga, selain amal ibadah kita di dunia.
Mari gunakan waktu yang singkat ini, untuk meraih kesenangan abadi, di surga nanti.

Source by:
Eramuslim.com

HAI !

Assalamualaikum,
Saya Aisyah Rifqi Fathin , seorang murid di SMPIT Ibnu Abbas .
Sekolah saya terletak di Klaten , lumayan jauh dari Jogja
Ini adalah Blog pertama saya yang saya buat sebagai penilai ujian praktek .
Semoga apa yang saya tulis dalam blog iini dapat bermanfaat bagi pembaca semua

Salam,
Aisyah Rifqi Fathin